Dinamika lalu lintas yang kian hari menunjukan kenaikan yang sangat signifikan, tentu hal ini berdampak padasemakin meningkatnya perekonomian global yang kita rasakan saat ini. Dengan pertumbuhan perekonomian ini sejalan dengan perkembangan distribusi barang dan jasa yang berimbas pada sector transportasi terutama mobiliotas darat. “Sejalan berkembangnya distribusi barang dan jasa secara signifikasn menunjukan grafik yang terus menanjak, hal ini berimbas pada sektor transportasi darat,” kata Irjen.Pol Alex B Triatmodjo saat membacakan sambutan Kapolda Jateng pada acara Apel Besar Kota Tertib (19/11) di Lapangan Simpanglima.
“Ini merupakan suatu upaya yang dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab moral untuk mengajak masyarakat Jawa Tengah, melakukan gerakan moral agar membudayakan tertib lalu lintas dijalan dengan ajakan AYO TERTIB LALU LINTAS,”tandasnya. Dikatakan dengan membudayakan tertib berlalulintas diharapkan tercipta suatu kondisi keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelencaran melintas yang kondusif di wilayah Jawa Tengah. Dari data yang dihimpun dan evaluasi Polri selama 2008 di Jawa Tengah telah terjadi 9.964 kali kecelakaan dengan korban meninggal dunia 1.425 jiwa, luka-luka 15.052 jiwa dan kerugian material mencapai 12 miliyar. “Ini merupakan suatu angka yang bila diilustrasikan secara kuantitas melebihi korban jiwa di Sumatera Barat,”ungkap Alex. Dengan disahkannya undang-undang no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas, angkutan jalan, perbaikan sarana prasanara jalan sampai terobosan stakeholder telah dilakukan beberapa tahun terakhir. Diantaranya penegakan hokum, pendidikan berlalu lintas, rekayasa berlalu lintas dan regristasi kendaraan yang tepat, hal ini terkait dengan kelayakan jalan. Seiring dengan hal tersebut perbaikan sarana prasarana jalan terus berjalan semua bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas, yang berujung berkurangnya angka kecelakaan dan kematian akhibat kecelakaan lalu lintas. Kesemuanya bertumpu pada kesadaran masyarakat untuk menegakan budaya tertib lalu lintas dan untuk melakukan pelanggaran lalu lintas.”Berarti menekan kecelakan lalu lintas bukan tanggungjawab Polri atau pemerintah saja,” unmgkap Alex. Dijelaskan hal ini didasarkan data penyebab kecelakan lau lintas 80,02 % disebabkan oleh factor kelalian manusia. Dalam kegiatan Apel Besar ini juga ditandatangani nota kesepakatan polri dan kepala daerah tingkat II, pembagian 5.000 helm, pengecatan marka di 1471 titik wilayah Jawa Tengah, penanaman 302 pohon penghijaandisepanjang jalan wilayah jawatengah. Hal ini guna mendukung program Gubernur Jawa Tengah “ Bali Desa Mbangun Desa”. Juga dicanangkan Lomba Desa Tertib Lalu Lintas diseluruh wilayah JawaTengah. Apabila kita semua dapat tertib lalu lintas, kemacetan dapat teratasidengan baikdan secara langsung dan tidak langsung mendukung pembangunan Jawa Tengah. Dikatakan dengan kegiatan ini akan menjadi momentum guna mengetuk lubuk hati setiap warga, mulai dari sekarang, mulai dari hal terkecil dalam berlalu lintas memantapkan hati kita tertib lalu lintas akan membudayakan dan mecerminkan jati diri masyarakat Jawa tengah. Ada empat hal yang sangat dengan diadakannya Apel Besar Kota tertib, yang pertama setiap individu menjadi agen tertib lalu lintas terhadap lingkungan dan menjadi contoh dalam berlalu lintas, kedua meningkatkan sinergisitas dan kerjasama antar stakeholder sesuai tugas dan kewenangan masing-masing dalam memecahkan masalah lalulintas yang ada. Ketigadengan keterlibatan partisipasi aktif masyarakat, baik perorangan maupun kelompok masyarakat, mengidentifikasikan masalah lalulintas sehingga dapat pemecehgan sesuai kebutuhan dan peraturan yang berlaku. Dan yang terakhir ikut mendukung segala upaya dan kegiatan dalam mewujudkan Jawa Tengah aman, tertib, selamat dan lancar, sehingga Jawa Tengah menjadi tujuan investasi dan wisata dimana bermuara pada kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
0 komentar:
Posting Komentar