SOP KONVOI TOURING

TATA CARA MELAKUKAN KONVOI DAN PETUGAS-PETUGAS YANG HARUS ADA PADA BARISAN KONVOI STANDARD OPERATING PROCEDURE 1. Tujuan Menjamin agar perjalanan mengendarai Motor secara bersama-sama, dapat berlangsung dengan selamat, tertib dan aman. 2. Ruang Lingkup Prosedur ini berlaku untuk semua bikers yang melakukan perjalanan bersama. 3. Defenisi 3.1. Kapten adalah pengendara Motor yang memimpin perjalanan touring. 3.2. Leader adalah pengendara Motor yang memimpin barisan konvoi. 3.3. Safety Officer adalah peserta touring yang ditunjuk oleh kapten untuk mengamankan jalur atau jalan yang akan dilalui oelh peserta konvoi. 3.4. Sweeper adalah peserta touring yang ditunjuk oleh kapten untuk mengawasi dan mengamankan posisi peserta touring selama perjalanan. 3.5. Technical Officer adalah peserta touring yang ditunjuk oleh kapten sebagai petugas yang mengkoordinir bantuan teknis terhadap kerusakan teknis kendaraan peserta touring. 3.6. Formasi adalah bentuk susunan pengendara Motor dalam barisan selama perjalanan touring. 4. Ketentuan Umum 4.1. Setiap pelaksanaan touring harus dipimpin oleh seorang kapten dan setidak tidaknya dibantu oleh 1 orang leader, 2 orang safety officer, 2 orang Sweeper dan 1 orang technical officer. 4.2. Kapten adalah pimpinan tertinggi dalam suatu group pengendara Motor yang melaksanakan touring. 4.3. Semua peserta touring tanpa kecuali harus menaati etika touring sebagai berikut: 4.3.1. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan. 4.3.2. Mematuhi peraturan lalu lintas ( dilarang keras menerobos lampu merah, berhenti sembarangan, dll ). 4.3.3. Tidak turut mengatur perjalan touring, kecuali petugas yang berhak untuk mengatur. 4.3.4. Dilarang keras untuk mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk-bentuk arogansi lainnya). 4.3.5. Tidak saling mendahuli atau berebut jalan. 4.3.6. Tidak melakukan manufer berbahaya (lepas tangan, zig-zag, geber-geber knalpot, aksi-aksi spektakuler, dll). 4.3.7. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas sehingga harus masuk kedalam barisan konvoi. 4.3.8. Tidak menggunakan sirine atau klakson yang berlebihan terutama pada kondisi macet, kecuali untuk kondisi darurat. 4.3.9. Memberikan salam penghormatan dengan mengacungkan ibu jari kanan atau kiri kepada sesama rombongan konvoi lain dan kepada polisi yang bertugas dijalanan. 4.3.10. Kecepatan berkendara disesuaikan dengan kondisi jalan dan keperluan perjalanan. 4.3.11. Konvoi selelu diusahakan berada di jalur kiri dan tertib. 4.3.12. Memberikan isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari. 4.3.13. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara. 4.3.14. Tidak egois, pemaaf dan empathy (mengalah) terhadap pengendara lain (pengguna jalan). 4.3.15. Selalu menerapkan tata cara berkendara yang aman dan benar. 4.3.16. Dapat mempertahankan suasana hati yang positif (bersabar). 4.3.17. Selalu tenang dan tidak terpengaruh atas provokasi dari pengendara lain. 4.3.18. Dapat mengontrol emosi yang berubah-ubah. 4.4. Semua peserta touring tanpa terkecuali harus melengkapi kendaraannya minimal dengan kondisi sebagai berikut: 4.4.1. Kaca spion harus lengkap serta berfungsi dengan baik (dicek oleh kapten). 4.4.2. Seluruh lampu harus berfungsi dengan baik, ban kendaraan dalam kondisi layak pakai. 4.4.3. Rem (depan dan belakang) berfungsi dengan baik. 4.4.4. Klakson berfungsi dengan baik. 4.4.5. Memiliki dan membawa surat-surat kendaraan serta pengenal diri (STNK, SIM dan KTP). 4.4.6. Tools kit standard tersedia. 4.4.7. Oli, minyak rem, kampas rem, dalam kondisi layak pakai. 4.4.8. Bahan bakar penuh. 4.5. Semua peserta touring tanpa terkecuali harus dalam kondisi prima tidak dalam pengaruh obat-obatan dan alcohol, serta melengkapi dirinya minimal dengan kondisi sebagai berikut: 4.5.1. Membawa obat-obatan untuk P3K dan obat-obatan kesehatan pribadi. 4.6. Perlengkapan standar petugas touring: 4.6.1. Rompi khusus touring 4.6.2. Sirine atau klakson khusus. 4.6.3. Lampu rotator. 4.6.4. Strobo. 4.6.5. RF communicator (Handy Talkie). 4.6.6. Safety flash light (hazzard). tetap saling menghargai sesama pengguna jalan. 5. Tanggung Jawab dan Wewenang 5.1. Kapten 5.1.1. Membawahi leader, safety officer, Sweeper, dan technical officer. 5.1.2. Bertanggung jawab untuk membawa peserta touring ketujuan dengan selamat dan aman dibantu oleh petugas touring. 5.1.3. Membatalkan perjalanan atas dasar pertimbangan keselamatan dan keamanan perjalanan. 5.1.4. Atas dasar keselamatan dan keamanan berhak menolak seseorang menjadi peserta touring. 5.1.5. Menyusun rencana route perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya. 5.1.6. Menyampaikan rencana route perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya kepada peserta touring sebelum keberangkatan touring. 5.1.7. Melaksanakan pemeriksaan kelayakan kondisi kendaraan dan peserta touring. 5.1.8. Memberikan isyarat dimulainya touring. 5.1.9. Mengendalikan perjalanan touring melalui isyarat radio komunikasi. 5.2. Leader 5.2.1. Mengikuti instruksi kapten. 5.2.2. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.2.3. Membawahi safety officer dan Sweeper. 5.2.4. mengatur kecepatan dan arah perjalan touring. 5.2.5. Mengatur formasi konvoi dengan memberikan isyarat tangan atau radio. 5.2.6. Meminta bantuan safety officer untuk melihat dan mengamankan kondisi lalu lintas yang akan dilalui. 5.3. Safety Officer 5.3.1. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.3.2. Memperhatikan kondisi lalu lintas serta kendaraan-kendaraan yang lain dan kemudian memberi tahu kepada kapten, leader dan peserta touring melalui radio tentang kemungkinan yang membahayakan dari bagian depan dan belakang konvoi seperti misalnya kendaraan yang akan menyerobot jalur peserta konvoi dan kendaraan yang akan menyalip konvoi. 5.3.3. Mengawasi jalur yang menyempit dan masuk ke jalur yang menyempit tersebut untuk “menutup pintu” bagi kendaraan lain yang akan berbaur ke dalam formasi. 5.3.4. berganti/pindah jalur sebelum peserta touring, untuk menyarankan jalur sehingga peserta touring dapat memasuki jalur perjalanan dengan aman. 5.4. Sweeper 5.4.1. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.4.2. Memastikan semua peserta touring tetap dalam formasi barisan konvoi. 5.4.3. Mengawasi formasi dan memberitahu kapten masalah yang mungkin terjadi pada konvoi. 5.4.4. Mengatur formasi agar tetap sesuai yang diinginkan oleh leader. 5.4.5. Mengatur jarak antar peserta touring, sehingga formasi touring tetap sebagai satu kesatuan barisan. 5.4.6. Memberikan bantuan / tanggapan atas kondisi darurat yang dialami oleh peserta touring. 5.4.7. Mengingatkan peserta touring bila melakukan pelanggaran etika selama touring. 5.4.8. Menanggapi tindakan provokativ yang mengganggu peserta touring dari pengendara lain, dan melaporkan setiap perkembangan situasinya kepada kapten melalui radio. 5.5. Technical Officer 5.5.1. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.5.2. Mengkoordinir tersedianya bantuan teknis, baik berupa spare parts maupun tenaga terampil. 5.5.3. Memberikan bantuan tennis terhadap kerusakan teknis yang dialami peserta touring, dan memberikan saran kepada kapten apakah perjalanan touring tetap diteruskan atau dihentikan. 5.6. Peserta Touring 5.6.1. Mengetahui rute touring, lama perjalanan dan tempat pemberhentian sementara. 5.6.2. Mengikuti instruksi leader, dan Sweeper yang diberikan melalui isyarat tangan, kaki ataupun radio. 5.6.3. Menyampaikan informasi ke kapten dan Sweeper tentang kondisi dirinya, kendaraannya atau lingkungan sekitarnya yang dapat mengakibatkan terganggunya touring.

1. Formasi dan Isyarat 6.1. Formasi 1 6.1.1. Formasi 1 adalah berbaris 1 kebelakang, yaitu peserta konvoi berbaris 1 dari mulai terdepan (leader) sampai kebelakang (Sweeper). 6.1.2. Isyarat yang digunakan untuk formasi ini diberikan oleh leader dengan mengangkat satu jari telunjuk. 6.1.3. Isyarat ini harus diikuti oleh semua peserta touring. 6.2. Formasi 2 6.2.1. Formasi 2 adalah berbaris2 kebelakang, yaitu dimana peserta berbaris masing-masing 2 dari mulai barisan terdepan hingga belakang (Sweeper). Bila jumlah peserta ganjil, technical officer atau petugas paling belakang berada ditengah. 6.2.2. Isyarat yang digunakan untuk formasi ini diberikan oleh leader dengan mengangkat satu jari telunjuk. 6.2.3. Isyarat ini harus diikuti oleh semua peserta touring. 6.3. Isyarat Dimulainya Touring 6.3.1. Mengacungkan ibu jari, berarti kondisi mobil dan pengendara siap untuk memulai touring. 6.3.2. Isyarat ini diawali oleh leader, kemudian diikuti oleh seluruh peserta touring untuk menyatakan dirinya siap memulai touring. 6.3.3. Kondisi siap berangkat adalah, perlengkapan pengendara telah selesai dipakai ( sarung tangan, helm, dll ) mesin motor telah hidup, lampu depan telah hidup, lampu hazard atau lampu sign kanan telah menyala. 6.3.4. Kapten melakukan inspeksi hingga kebelakang barisan untuk memastikan semua peserta telah memberikan tanda siap ( mengacungkan ibu jari ). 6.3.5. Setelah memastikan peserta siap, jumlah peserta sesuai rencana, urutan peserta telah sesuai dan petugas touring telah siap, maka kapten kembali ke posisinya kemudian memberikan isyarat keberangkatan kepada leader dengan tanda mengacungkan ibu jari. 6.3.6. Leader menyalakan sirene atau klakson sebagai tanda dimulainya touring. 7. Defenisi Petugas Petugas adalah sekelompok pengendara (rider) yang ditunjuk oleh kapten perjalanan (road captain) untuk mengawasi dan mengantarkan rombongan ke tempat tujuan. Petugas terdiri dari : 1. Kapten (road captain) 2. Safety Officer 3. Leader 4. Sweeper 5. Technical Officer Jumlah petugas disesuaikan dengan jumlah peserta rombongan. Petugas harus memiliki komitmen yang tinggi terhgadap semangat keselamatan, kenyamanan dan kesehatan. 8. Tugas dan Tanggung Jawab 8.1. Safety Officer (SO) 8.1.1. Posisi : 1. Posisi SO adalah 10-100 meter dari leader pada kondisi ideal (lokasi jalan rerlatif sepi) dan 0-10 meter pada kondisi macet. 2. Pada formasi 2 posisi SO kanan dan kiri, jarak antara kedua SO adalah 5-20 meter kondisi ideal, dan disesuaikan dengan kondisi dalam perjalanan. 8.1.2. Tugas : 1. Mengawasi jalan yang akan dilalui oleh rombongan. 2. Berada didepan rombongan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada Leader untuk memutuskan pemilihan jalan, serta menghindari potensi bahaya dari kendaraan yang berlawanan arah. 3. Menginformasikan dengan kode isyarat kepada kendaraan dari arah berlawanan untuk tetap berada di jalur (menunda kendaraan arah berlawanan untuk mendahului). 4. Berhenti pada setiap persimpangan jalan untuk mengambil keputusan yang dianggap perlu, missal : Blocking jalan (jika tidak ada lampu merah). Pada saat persimpangan jalan tanpa lampu merah ataupun darurat lainnya pemblockingan harus bertahan hingga Sweeper tengah mengambil alih posisi blocking hingga barisan rombongan terakhir melewatinya dan kemudian mengambil posisi kembali keasalnya. 5. Berhenti pada tempat yang aman dan mengawasi rombongan yang terputus akibat lampu merah, dan mengambil alih posisi leader sementara. 6. Memberikan kode-kode isyarat kepada Leader. 7. Dengan menggunakan radio communicator berkomunikasi dengan leader untuk menginformasikan kondisi dan pilihan jalan yang sebaiknya dilalui. 8.1.3. Tanggung jawab : 1. SO bertanggung jawab langsung kepada kapten perjalanan. 2. SO harus memiliki pengetahuan akan perjalanan yang akan dilalui. 3. SO betanggung jawab akan penanganan kodisi keamanan perjalanan pada posisi depan. 8.2. Leader 8.2.1. Posisi : 1. Posisi Leader dalam rombongan adalah posisi terdepan setelah SO. 2. Pada formasi 2 posisi kanan formasi diisi oleh leader dan sisi sebelah kiri adalah kapten atau peserta biasa. 8.2.2. Tugas : 1. Menggerakan konvoi setelah mendapatkan informasi dari Sweeper belakang bahwa seluruh rombongan sudah siap bergerak. 2. Memimpin rombongan dengan aman dan nyaman. 3. Mengatur kecepatan dan menghindari terputusnya rombongan karena lampu merah, dengan cara memperhatikan kondisi lampu sehingga rombongan dapat melalui persimpangan (kondisi kuning sebaiknya berhanti). 4. Memperkirakan dan mengkalkulasi kemungkinan rombongan dapat melalui kondisi jalan seperti ; mendahului kendaraan lain, jalan rusak, dll. 5. Jika dibutuhkan, Leader menghentikan rombongan setelah dapat informasi dari petugas lainnya dan membawa rombongan ke lokasi yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Untuk melakukan pemberhentian hendaknya ; leader mencari lokasi berhenti yang memungkinkan seluruh rombongan berhenti diluar ruas jalan, seluruh rombongan harus berada diluar ruas jalan. 6. Saat melewati atau menghadapi kemacetan, leader hendaknya tidak melakukan penyusupan zig-zag, tetapi menjaga rombongan tetap lurus dan rapih, kecuali SO dan Sweeper. 7. Memberikan kode-kode isyarat kepada rombongan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan. 8. Pada saat berputar arah U-turn atau berpindah ke ruas jalan, leader harus menunggu Sweeper belakang telah mengamankan potensi bahaya dari belakang dengan posisi Sweeper belakang telah berada di ruas kiri yang akan diambil oleh konvoi. 8.2.3. Tanggung Jawab : Leader bertanggung jawab langsung kepada Road Captain (kapten perjalanan)

0 komentar:

SOP KONVOI TOURING

TATA CARA MELAKUKAN KONVOI DAN PETUGAS-PETUGAS YANG HARUS ADA PADA BARISAN KONVOI STANDARD OPERATING PROCEDURE 1. Tujuan Menjamin agar perjalanan mengendarai Motor secara bersama-sama, dapat berlangsung dengan selamat, tertib dan aman. 2. Ruang Lingkup Prosedur ini berlaku untuk semua bikers yang melakukan perjalanan bersama. 3. Defenisi 3.1. Kapten adalah pengendara Motor yang memimpin perjalanan touring. 3.2. Leader adalah pengendara Motor yang memimpin barisan konvoi. 3.3. Safety Officer adalah peserta touring yang ditunjuk oleh kapten untuk mengamankan jalur atau jalan yang akan dilalui oelh peserta konvoi. 3.4. Sweeper adalah peserta touring yang ditunjuk oleh kapten untuk mengawasi dan mengamankan posisi peserta touring selama perjalanan. 3.5. Technical Officer adalah peserta touring yang ditunjuk oleh kapten sebagai petugas yang mengkoordinir bantuan teknis terhadap kerusakan teknis kendaraan peserta touring. 3.6. Formasi adalah bentuk susunan pengendara Motor dalam barisan selama perjalanan touring. 4. Ketentuan Umum 4.1. Setiap pelaksanaan touring harus dipimpin oleh seorang kapten dan setidak tidaknya dibantu oleh 1 orang leader, 2 orang safety officer, 2 orang Sweeper dan 1 orang technical officer. 4.2. Kapten adalah pimpinan tertinggi dalam suatu group pengendara Motor yang melaksanakan touring. 4.3. Semua peserta touring tanpa kecuali harus menaati etika touring sebagai berikut: 4.3.1. Datang dan berangkat tepat pada waktu yang telah ditentukan. 4.3.2. Mematuhi peraturan lalu lintas ( dilarang keras menerobos lampu merah, berhenti sembarangan, dll ). 4.3.3. Tidak turut mengatur perjalan touring, kecuali petugas yang berhak untuk mengatur. 4.3.4. Dilarang keras untuk mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk-bentuk arogansi lainnya). 4.3.5. Tidak saling mendahuli atau berebut jalan. 4.3.6. Tidak melakukan manufer berbahaya (lepas tangan, zig-zag, geber-geber knalpot, aksi-aksi spektakuler, dll). 4.3.7. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas sehingga harus masuk kedalam barisan konvoi. 4.3.8. Tidak menggunakan sirine atau klakson yang berlebihan terutama pada kondisi macet, kecuali untuk kondisi darurat. 4.3.9. Memberikan salam penghormatan dengan mengacungkan ibu jari kanan atau kiri kepada sesama rombongan konvoi lain dan kepada polisi yang bertugas dijalanan. 4.3.10. Kecepatan berkendara disesuaikan dengan kondisi jalan dan keperluan perjalanan. 4.3.11. Konvoi selelu diusahakan berada di jalur kiri dan tertib. 4.3.12. Memberikan isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari. 4.3.13. Waspada dan tetap konsentrasi selama berkendara. 4.3.14. Tidak egois, pemaaf dan empathy (mengalah) terhadap pengendara lain (pengguna jalan). 4.3.15. Selalu menerapkan tata cara berkendara yang aman dan benar. 4.3.16. Dapat mempertahankan suasana hati yang positif (bersabar). 4.3.17. Selalu tenang dan tidak terpengaruh atas provokasi dari pengendara lain. 4.3.18. Dapat mengontrol emosi yang berubah-ubah. 4.4. Semua peserta touring tanpa terkecuali harus melengkapi kendaraannya minimal dengan kondisi sebagai berikut: 4.4.1. Kaca spion harus lengkap serta berfungsi dengan baik (dicek oleh kapten). 4.4.2. Seluruh lampu harus berfungsi dengan baik, ban kendaraan dalam kondisi layak pakai. 4.4.3. Rem (depan dan belakang) berfungsi dengan baik. 4.4.4. Klakson berfungsi dengan baik. 4.4.5. Memiliki dan membawa surat-surat kendaraan serta pengenal diri (STNK, SIM dan KTP). 4.4.6. Tools kit standard tersedia. 4.4.7. Oli, minyak rem, kampas rem, dalam kondisi layak pakai. 4.4.8. Bahan bakar penuh. 4.5. Semua peserta touring tanpa terkecuali harus dalam kondisi prima tidak dalam pengaruh obat-obatan dan alcohol, serta melengkapi dirinya minimal dengan kondisi sebagai berikut: 4.5.1. Membawa obat-obatan untuk P3K dan obat-obatan kesehatan pribadi. 4.6. Perlengkapan standar petugas touring: 4.6.1. Rompi khusus touring 4.6.2. Sirine atau klakson khusus. 4.6.3. Lampu rotator. 4.6.4. Strobo. 4.6.5. RF communicator (Handy Talkie). 4.6.6. Safety flash light (hazzard). tetap saling menghargai sesama pengguna jalan. 5. Tanggung Jawab dan Wewenang 5.1. Kapten 5.1.1. Membawahi leader, safety officer, Sweeper, dan technical officer. 5.1.2. Bertanggung jawab untuk membawa peserta touring ketujuan dengan selamat dan aman dibantu oleh petugas touring. 5.1.3. Membatalkan perjalanan atas dasar pertimbangan keselamatan dan keamanan perjalanan. 5.1.4. Atas dasar keselamatan dan keamanan berhak menolak seseorang menjadi peserta touring. 5.1.5. Menyusun rencana route perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya. 5.1.6. Menyampaikan rencana route perjalanan, lama perjalanan, menentukan tempat penghentian sementara, peserta touring, petugas touring dan potensi bahaya kepada peserta touring sebelum keberangkatan touring. 5.1.7. Melaksanakan pemeriksaan kelayakan kondisi kendaraan dan peserta touring. 5.1.8. Memberikan isyarat dimulainya touring. 5.1.9. Mengendalikan perjalanan touring melalui isyarat radio komunikasi. 5.2. Leader 5.2.1. Mengikuti instruksi kapten. 5.2.2. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.2.3. Membawahi safety officer dan Sweeper. 5.2.4. mengatur kecepatan dan arah perjalan touring. 5.2.5. Mengatur formasi konvoi dengan memberikan isyarat tangan atau radio. 5.2.6. Meminta bantuan safety officer untuk melihat dan mengamankan kondisi lalu lintas yang akan dilalui. 5.3. Safety Officer 5.3.1. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.3.2. Memperhatikan kondisi lalu lintas serta kendaraan-kendaraan yang lain dan kemudian memberi tahu kepada kapten, leader dan peserta touring melalui radio tentang kemungkinan yang membahayakan dari bagian depan dan belakang konvoi seperti misalnya kendaraan yang akan menyerobot jalur peserta konvoi dan kendaraan yang akan menyalip konvoi. 5.3.3. Mengawasi jalur yang menyempit dan masuk ke jalur yang menyempit tersebut untuk “menutup pintu” bagi kendaraan lain yang akan berbaur ke dalam formasi. 5.3.4. berganti/pindah jalur sebelum peserta touring, untuk menyarankan jalur sehingga peserta touring dapat memasuki jalur perjalanan dengan aman. 5.4. Sweeper 5.4.1. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.4.2. Memastikan semua peserta touring tetap dalam formasi barisan konvoi. 5.4.3. Mengawasi formasi dan memberitahu kapten masalah yang mungkin terjadi pada konvoi. 5.4.4. Mengatur formasi agar tetap sesuai yang diinginkan oleh leader. 5.4.5. Mengatur jarak antar peserta touring, sehingga formasi touring tetap sebagai satu kesatuan barisan. 5.4.6. Memberikan bantuan / tanggapan atas kondisi darurat yang dialami oleh peserta touring. 5.4.7. Mengingatkan peserta touring bila melakukan pelanggaran etika selama touring. 5.4.8. Menanggapi tindakan provokativ yang mengganggu peserta touring dari pengendara lain, dan melaporkan setiap perkembangan situasinya kepada kapten melalui radio. 5.5. Technical Officer 5.5.1. Bertanggung jawab kepada kapten. 5.5.2. Mengkoordinir tersedianya bantuan teknis, baik berupa spare parts maupun tenaga terampil. 5.5.3. Memberikan bantuan tennis terhadap kerusakan teknis yang dialami peserta touring, dan memberikan saran kepada kapten apakah perjalanan touring tetap diteruskan atau dihentikan. 5.6. Peserta Touring 5.6.1. Mengetahui rute touring, lama perjalanan dan tempat pemberhentian sementara. 5.6.2. Mengikuti instruksi leader, dan Sweeper yang diberikan melalui isyarat tangan, kaki ataupun radio. 5.6.3. Menyampaikan informasi ke kapten dan Sweeper tentang kondisi dirinya, kendaraannya atau lingkungan sekitarnya yang dapat mengakibatkan terganggunya touring.

1. Formasi dan Isyarat 6.1. Formasi 1 6.1.1. Formasi 1 adalah berbaris 1 kebelakang, yaitu peserta konvoi berbaris 1 dari mulai terdepan (leader) sampai kebelakang (Sweeper). 6.1.2. Isyarat yang digunakan untuk formasi ini diberikan oleh leader dengan mengangkat satu jari telunjuk. 6.1.3. Isyarat ini harus diikuti oleh semua peserta touring. 6.2. Formasi 2 6.2.1. Formasi 2 adalah berbaris2 kebelakang, yaitu dimana peserta berbaris masing-masing 2 dari mulai barisan terdepan hingga belakang (Sweeper). Bila jumlah peserta ganjil, technical officer atau petugas paling belakang berada ditengah. 6.2.2. Isyarat yang digunakan untuk formasi ini diberikan oleh leader dengan mengangkat satu jari telunjuk. 6.2.3. Isyarat ini harus diikuti oleh semua peserta touring. 6.3. Isyarat Dimulainya Touring 6.3.1. Mengacungkan ibu jari, berarti kondisi mobil dan pengendara siap untuk memulai touring. 6.3.2. Isyarat ini diawali oleh leader, kemudian diikuti oleh seluruh peserta touring untuk menyatakan dirinya siap memulai touring. 6.3.3. Kondisi siap berangkat adalah, perlengkapan pengendara telah selesai dipakai ( sarung tangan, helm, dll ) mesin motor telah hidup, lampu depan telah hidup, lampu hazard atau lampu sign kanan telah menyala. 6.3.4. Kapten melakukan inspeksi hingga kebelakang barisan untuk memastikan semua peserta telah memberikan tanda siap ( mengacungkan ibu jari ). 6.3.5. Setelah memastikan peserta siap, jumlah peserta sesuai rencana, urutan peserta telah sesuai dan petugas touring telah siap, maka kapten kembali ke posisinya kemudian memberikan isyarat keberangkatan kepada leader dengan tanda mengacungkan ibu jari. 6.3.6. Leader menyalakan sirene atau klakson sebagai tanda dimulainya touring. 7. Defenisi Petugas Petugas adalah sekelompok pengendara (rider) yang ditunjuk oleh kapten perjalanan (road captain) untuk mengawasi dan mengantarkan rombongan ke tempat tujuan. Petugas terdiri dari : 1. Kapten (road captain) 2. Safety Officer 3. Leader 4. Sweeper 5. Technical Officer Jumlah petugas disesuaikan dengan jumlah peserta rombongan. Petugas harus memiliki komitmen yang tinggi terhgadap semangat keselamatan, kenyamanan dan kesehatan. 8. Tugas dan Tanggung Jawab 8.1. Safety Officer (SO) 8.1.1. Posisi : 1. Posisi SO adalah 10-100 meter dari leader pada kondisi ideal (lokasi jalan rerlatif sepi) dan 0-10 meter pada kondisi macet. 2. Pada formasi 2 posisi SO kanan dan kiri, jarak antara kedua SO adalah 5-20 meter kondisi ideal, dan disesuaikan dengan kondisi dalam perjalanan. 8.1.2. Tugas : 1. Mengawasi jalan yang akan dilalui oleh rombongan. 2. Berada didepan rombongan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada Leader untuk memutuskan pemilihan jalan, serta menghindari potensi bahaya dari kendaraan yang berlawanan arah. 3. Menginformasikan dengan kode isyarat kepada kendaraan dari arah berlawanan untuk tetap berada di jalur (menunda kendaraan arah berlawanan untuk mendahului). 4. Berhenti pada setiap persimpangan jalan untuk mengambil keputusan yang dianggap perlu, missal : Blocking jalan (jika tidak ada lampu merah). Pada saat persimpangan jalan tanpa lampu merah ataupun darurat lainnya pemblockingan harus bertahan hingga Sweeper tengah mengambil alih posisi blocking hingga barisan rombongan terakhir melewatinya dan kemudian mengambil posisi kembali keasalnya. 5. Berhenti pada tempat yang aman dan mengawasi rombongan yang terputus akibat lampu merah, dan mengambil alih posisi leader sementara. 6. Memberikan kode-kode isyarat kepada Leader. 7. Dengan menggunakan radio communicator berkomunikasi dengan leader untuk menginformasikan kondisi dan pilihan jalan yang sebaiknya dilalui. 8.1.3. Tanggung jawab : 1. SO bertanggung jawab langsung kepada kapten perjalanan. 2. SO harus memiliki pengetahuan akan perjalanan yang akan dilalui. 3. SO betanggung jawab akan penanganan kodisi keamanan perjalanan pada posisi depan. 8.2. Leader 8.2.1. Posisi : 1. Posisi Leader dalam rombongan adalah posisi terdepan setelah SO. 2. Pada formasi 2 posisi kanan formasi diisi oleh leader dan sisi sebelah kiri adalah kapten atau peserta biasa. 8.2.2. Tugas : 1. Menggerakan konvoi setelah mendapatkan informasi dari Sweeper belakang bahwa seluruh rombongan sudah siap bergerak. 2. Memimpin rombongan dengan aman dan nyaman. 3. Mengatur kecepatan dan menghindari terputusnya rombongan karena lampu merah, dengan cara memperhatikan kondisi lampu sehingga rombongan dapat melalui persimpangan (kondisi kuning sebaiknya berhanti). 4. Memperkirakan dan mengkalkulasi kemungkinan rombongan dapat melalui kondisi jalan seperti ; mendahului kendaraan lain, jalan rusak, dll. 5. Jika dibutuhkan, Leader menghentikan rombongan setelah dapat informasi dari petugas lainnya dan membawa rombongan ke lokasi yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas. Untuk melakukan pemberhentian hendaknya ; leader mencari lokasi berhenti yang memungkinkan seluruh rombongan berhenti diluar ruas jalan, seluruh rombongan harus berada diluar ruas jalan. 6. Saat melewati atau menghadapi kemacetan, leader hendaknya tidak melakukan penyusupan zig-zag, tetapi menjaga rombongan tetap lurus dan rapih, kecuali SO dan Sweeper. 7. Memberikan kode-kode isyarat kepada rombongan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan. 8. Pada saat berputar arah U-turn atau berpindah ke ruas jalan, leader harus menunggu Sweeper belakang telah mengamankan potensi bahaya dari belakang dengan posisi Sweeper belakang telah berada di ruas kiri yang akan diambil oleh konvoi. 8.2.3. Tanggung Jawab : Leader bertanggung jawab langsung kepada Road Captain (kapten perjalanan)

Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar